Saya akan membahas
perilaku keseharian adik saya sendiri yang bernama Rizky Ramadhan. Lahir pada
18 Desember tahun 2000 yang jatuh pada hari Ramadhan saat itu. tumbuh dan
berkembang dari anak yang cengeng menjadi sosok pemberani dan ulet dengan
pekerjaan rumah dan kewajiban disekolahnya, apalagi dia dipilih sebagai ketua
kelas disekolahnya, harus banyak mencari informasi untuk para anak buah
kelasnya. Dari pandangan saya sebagai kakaknya dia punya rasa tanggung jawab
atas apapun termasuk hal-hal yang dikerjakan dirumah, mengunci pagar ketika
malam, memberi makan binatang peliharaan tanpa perlu disuruh, banyak dari dia
yang patut saya contoh walau saya lebih tua dari dia. Dia hobi dalam bidang
Sport, olahraga apapun diminatinya, tidak hanya minat, namun piawai dalam
menjalankannya, salah satunya yang paling digemari adalah sepakbola, dia amat
suka sepakbola sampai-sampai ia hafal semua wajah pesepak bola dari yang dalam
negeri hingga luar negeri yang bagi saya asing bila harus menghafal mereka,
karena bagi dia mereka itu bukan dihafal, namun seperti kenal saja dengan para
pesepak bola itu, karena bukan hanya hafal nama mereka namun tau kapan mereka
lahir dan sampai-sampai tau apa hobi dan kesukaan makanan mereka. Rizky yang
biasa disapa ‘Kiki’ oleh kerabat dekat maupun teman-temannya, juga sedang
menggeluti beladiri taekwondo di sekolahnya, walau dibilang masih pendatang
baru dia menjalankannya dengan amat semangat dan antusias, bahkan berniat untuk
mengikuti pertandingan atau event-event yang bilamana dilaksanakan oleh lembaga
olahraga beladiri tersebut. Sudah banyak sepertinya kita bahas si ‘kiki’ ini
dari sisi ‘manis’ nya saja, mari kita bongkar kejelekannyaa. Dia tidur selalu
mendengkur, mengganggu sekitar yg ketika sedang tidur juga, ini amat mengganggu
ketika suasana camping satu penginapan dengan dia ketika rekreasi keluarga ke
luar kota, sangat sekali menggangu, belum lagi posisi tidurnya yang selalu
berubah-ubah, wah mengganggu sekali. Dilihat dari postur tubuhnya yang ‘bantet’
dan tambun bisa ditebak porsi makan nya pasti besar, eit anda salah, ketika jam
makan tiba, ia mengambil porsi yang bisa dibilang jumlahnya sedikit, namun para
pembaca sekalian, dalam satu hari ia bisa makan hingga 7 kali, tertipu oleh
porsi rupanya kami sekeluarga, seperti dalam peribahasa saja “dikit demi
sedikit lama-lama menjadi bukit” ya betul, perutnya pun sudah berbentuk seperti
gundukan bukit. Biar begitu keluarga kami bangga punya seorang ‘kiki’ ia pandai
dalam menghibur hati saudara-saudaranya ketika murung.
Penulisan feature
Reyhan Ryobudi Pahlawan
3SA02
16611021
http://ryobudireyhan.blogspot.com/

No comments:
Post a Comment