Friday, 15 November 2013


 Saya akan membahas perilaku keseharian adik saya sendiri yang bernama Rizky Ramadhan. Lahir pada 18 Desember tahun 2000 yang jatuh pada hari Ramadhan saat itu. tumbuh dan berkembang dari anak yang cengeng menjadi sosok pemberani dan ulet dengan pekerjaan rumah dan kewajiban disekolahnya, apalagi dia dipilih sebagai ketua kelas disekolahnya, harus banyak mencari informasi untuk para anak buah kelasnya. Dari pandangan saya sebagai kakaknya dia punya rasa tanggung jawab atas apapun termasuk hal-hal yang dikerjakan dirumah, mengunci pagar ketika malam, memberi makan binatang peliharaan tanpa perlu disuruh, banyak dari dia yang patut saya contoh walau saya lebih tua dari dia. Dia hobi dalam bidang Sport, olahraga apapun diminatinya, tidak hanya minat, namun piawai dalam menjalankannya, salah satunya yang paling digemari adalah sepakbola, dia amat suka sepakbola sampai-sampai ia hafal semua wajah pesepak bola dari yang dalam negeri hingga luar negeri yang bagi saya asing bila harus menghafal mereka, karena bagi dia mereka itu bukan dihafal, namun seperti kenal saja dengan para pesepak bola itu, karena bukan hanya hafal nama mereka namun tau kapan mereka lahir dan sampai-sampai tau apa hobi dan kesukaan makanan mereka. Rizky yang biasa disapa ‘Kiki’ oleh kerabat dekat maupun teman-temannya, juga sedang menggeluti beladiri taekwondo di sekolahnya, walau dibilang masih pendatang baru dia menjalankannya dengan amat semangat dan antusias, bahkan berniat untuk mengikuti pertandingan atau event-event yang bilamana dilaksanakan oleh lembaga olahraga beladiri tersebut. Sudah banyak sepertinya kita bahas si ‘kiki’ ini dari sisi ‘manis’ nya saja, mari kita bongkar kejelekannyaa. Dia tidur selalu mendengkur, mengganggu sekitar yg ketika sedang tidur juga, ini amat mengganggu ketika suasana camping satu penginapan dengan dia ketika rekreasi keluarga ke luar kota, sangat sekali menggangu, belum lagi posisi tidurnya yang selalu berubah-ubah, wah mengganggu sekali. Dilihat dari postur tubuhnya yang ‘bantet’ dan tambun bisa ditebak porsi makan nya pasti besar, eit anda salah, ketika jam makan tiba, ia mengambil porsi yang bisa dibilang jumlahnya sedikit, namun para pembaca sekalian, dalam satu hari ia bisa makan hingga 7 kali, tertipu oleh porsi rupanya kami sekeluarga, seperti dalam peribahasa saja “dikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” ya betul, perutnya pun sudah berbentuk seperti gundukan bukit. Biar begitu keluarga kami bangga punya seorang ‘kiki’ ia pandai dalam menghibur hati saudara-saudaranya ketika murung.



Penulisan feature
Reyhan Ryobudi Pahlawan
3SA02
16611021
http://ryobudireyhan.blogspot.com/





No comments:

Post a Comment

Translate