Sunday, 24 December 2017

DESEMBER KELABU


Semua diawali dengan bau drama yang menyengat ketika itu di tahun 2017. Di awal november semua baik-baik saja saat itu sejak 7 tahun kita menjalin percintaan, dan semua terjadi secara  tiba-tiba  di malam itu dia berkata “aku ingin sendiri dulu” memang kita sering ada masalah kecil, masalah wajar di dalam sebuah hubungan. Aku merasa ada yang aneh sejak kalimat itu keluar dari bibirnya, ku bingung, kubertanya dia terus menghindar, memutus komunikasi begitu saja, ku coba pesan singkat dari handphone ku dia  tidak membalas, ku telpon dia tidak menjawabnya. Kalut ketika itu, ku coba meminta bantuan terakhir yaitu pada tuhan yang maha kuasa, aku percaya bahwa dia maha segalanya termasuk memberi jawaban kepadaku atas masalah ini, di malam pertama di akhir november kucoba sholat malam istikarah untuk meminta jawaban dari Allah kuharap ia memberi jawabannya sesegera mungkin.tepat di awal Desember pukul 20.00 hatiku merasa ada yang aneh, kumerasa tidak tenang, reflek ku ambil jaketku dan kunci motor, segera hati ini yang menuntunku ke kediaman kekasihku, dia kaget ketika ku sampai di teras rumahnya, aku tidak tahu kenapa ku reflek mengambil handphonenya, kulihat isi didalam Whatsapp nya berisi chat mesra bersama pria lain, bahkan mereka sudah pernah bertemu sebelumnya dibelakangku dan bermesraan langsung secara fisik , rasanya seperti tersambar petir tepat di kepalaku malam itu. Kucoba untuk berkonsultasi langsung dengan orangtuanya malam itu juga, begitu mengejutkan kedua orangtuanya mendukung sang anak berselingkuh, masih terus terngiang di kepalaku ucapan sang ayah dari (mantan) kekasihku pada saat itu”lagipula kan kamu masih pacaran ya bebas lah anak saya sama siapa aja. Dan jelas saya membela karena dia anak saya apapun yang dia lakukan ya saya dukung, lagipula kamu jadi laki-laki jangan cengeng, kan kamu ganteng, bisa cari cewek lain bahkan bisa dapat 7 cewek dalam 1 malam” semua terdengar mengada-ngada alih-alih membela anaknya yang jelas jelas berbuat curang pada suatu hubungan, bila bicara kenyataan saya tidak se-brengsek itu memainkan perempuan semudah itu karena mereka juga punya hati. Ku merasa amat dibodohi malam itu, seperti badut yang ditertawakan oleh kerumunan orang bahkan tidak jarang salah satu dari mereka mungkin meludahiku. Ku akhiri dengan ucapan terimakasih atas segalanya malam itu dan pamit. Di sepanjang jalan pulang terus meneteskan airmata ini sambil sesekali berpikir dosa apa yang telah kuperbuat sampai tega mereka melakukan ini dan terutama dia yang sudah kukenal selama 7 tahun bisa sekejam ini kepadaku dan 7 tahun itu bukan waktu yang sebentar, apa dia lupa begitu saja dengan semua momen manis selama 7 tahun, apakah karena faktor uang? Atau aku kurang sempurna dimatanya? Kucambuk diriku sendiri dengan rasa bersalah sepanjang perjananku kerumah. Sesampainya dirumah tak kuasa ku peluk adik laki-laki ku dan kedua orangtuaku, ku tumpahkan segalanya sampai terasa sesak dan hampir kehilangan kesadaran ku terus ber istigfar .ku coba mengambil air wudhu dan sholat untuk menenangkan hati ini, setelah itu tenggelam dalam lamunan, selama 7 tahun ku terus mengikuti apa maunya yang mungkin tidak umum dengan hubungan orang lain, seperti aku dilarang punya media sosial karena dia takut aku selingkuh atau gimana- gimana, aku dilarang punya instagram, twitter, whatsapp, line dan otomatis aku ter isolasi jauh dari kehidupan sosial, menghilang dari teman-temanku, sementara aku tidak pernah mengatur hidupnya, dia bebas melakukan apapun yang dia suka dan aku ikhlas bila percintaan memang begini, dan aku tanamkan semua kepercayaanku pada perempuan itu.tapi akhirnya buah yang sangat pahit harus ku makan sendiri sekarang. Di balik ini semua pasti ada hikmah didalamnya, di balik perpisahan ini pasti karena Allah punya rencana baik untuk aku dan masadepan aku, biar ini jadi perjalanan hidupku, melatih kuatnya kesabaranku dan ketulusan ku. Mungkin ini akhir tahun yang kurang mengenakkan tapi ku berharap di tahun depan banyak jalan terbuka untukku.

Translate