DESEMBER
KELABU
Semua diawali dengan bau drama yang
menyengat ketika itu di tahun 2017. Di awal november semua baik-baik saja saat
itu sejak 7 tahun kita menjalin percintaan, dan semua terjadi secara tiba-tiba
di malam itu dia berkata “aku ingin sendiri dulu” memang kita sering ada
masalah kecil, masalah wajar di dalam sebuah hubungan. Aku merasa ada yang aneh
sejak kalimat itu keluar dari bibirnya, ku bingung, kubertanya dia terus
menghindar, memutus komunikasi begitu saja, ku coba pesan singkat dari
handphone ku dia tidak membalas, ku
telpon dia tidak menjawabnya. Kalut ketika itu, ku coba meminta bantuan
terakhir yaitu pada tuhan yang maha kuasa, aku percaya bahwa dia maha segalanya
termasuk memberi jawaban kepadaku atas masalah ini, di malam pertama di akhir
november kucoba sholat malam istikarah untuk meminta jawaban dari Allah kuharap
ia memberi jawabannya sesegera mungkin.tepat di awal Desember pukul 20.00
hatiku merasa ada yang aneh, kumerasa tidak tenang, reflek ku ambil jaketku dan
kunci motor, segera hati ini yang menuntunku ke kediaman kekasihku, dia kaget
ketika ku sampai di teras rumahnya, aku tidak tahu kenapa ku reflek mengambil
handphonenya, kulihat isi didalam Whatsapp
nya berisi chat mesra bersama pria lain, bahkan mereka sudah pernah bertemu
sebelumnya dibelakangku dan bermesraan langsung secara fisik , rasanya seperti
tersambar petir tepat di kepalaku malam itu. Kucoba untuk berkonsultasi
langsung dengan orangtuanya malam itu juga, begitu mengejutkan kedua
orangtuanya mendukung sang anak berselingkuh, masih terus terngiang di kepalaku
ucapan sang ayah dari (mantan) kekasihku pada saat itu”lagipula kan kamu masih
pacaran ya bebas lah anak saya sama siapa aja. Dan jelas saya membela karena
dia anak saya apapun yang dia lakukan ya saya dukung, lagipula kamu jadi
laki-laki jangan cengeng, kan kamu ganteng, bisa cari cewek lain bahkan bisa
dapat 7 cewek dalam 1 malam” semua terdengar mengada-ngada alih-alih membela
anaknya yang jelas jelas berbuat curang pada suatu hubungan, bila bicara
kenyataan saya tidak se-brengsek itu memainkan perempuan semudah itu karena
mereka juga punya hati. Ku merasa amat dibodohi malam itu, seperti badut yang
ditertawakan oleh kerumunan orang bahkan tidak jarang salah satu dari mereka
mungkin meludahiku. Ku akhiri dengan ucapan terimakasih atas segalanya malam
itu dan pamit. Di sepanjang jalan pulang terus meneteskan airmata ini sambil
sesekali berpikir dosa apa yang telah kuperbuat sampai tega mereka melakukan ini
dan terutama dia yang sudah kukenal selama 7 tahun bisa sekejam ini kepadaku dan 7 tahun itu bukan waktu yang sebentar, apa dia lupa begitu saja dengan semua momen manis selama 7 tahun,
apakah karena faktor uang? Atau aku kurang sempurna dimatanya? Kucambuk diriku
sendiri dengan rasa bersalah sepanjang perjananku kerumah. Sesampainya dirumah
tak kuasa ku peluk adik laki-laki ku dan kedua orangtuaku, ku tumpahkan
segalanya sampai terasa sesak dan hampir kehilangan kesadaran ku terus ber
istigfar .ku coba mengambil air wudhu dan sholat untuk menenangkan hati ini,
setelah itu tenggelam dalam lamunan, selama 7 tahun ku terus mengikuti apa
maunya yang mungkin tidak umum dengan hubungan orang lain, seperti aku dilarang
punya media sosial karena dia takut aku selingkuh atau gimana- gimana, aku
dilarang punya instagram, twitter, whatsapp, line dan otomatis aku ter isolasi
jauh dari kehidupan sosial, menghilang dari teman-temanku, sementara aku tidak
pernah mengatur hidupnya, dia bebas melakukan apapun yang dia suka dan aku
ikhlas bila percintaan memang begini, dan aku tanamkan semua kepercayaanku pada
perempuan itu.tapi akhirnya buah yang sangat pahit harus ku makan sendiri
sekarang. Di balik ini semua pasti ada hikmah didalamnya, di balik perpisahan
ini pasti karena Allah punya rencana baik untuk aku dan masadepan aku, biar ini
jadi perjalanan hidupku, melatih kuatnya kesabaranku dan ketulusan ku. Mungkin
ini akhir tahun yang kurang mengenakkan tapi ku berharap di tahun depan banyak
jalan terbuka untukku.